terus belajar , perhatikan keadaan sekitar dan lakukan hal yang baik dengan benar :)
Senin, 09 Januari 2012
Mengeluh
ketika kita menilai orang yang suka mengeluh sebagai orang yang tak pernah berusaha pernahakah kita berfikir berapa kali dalam sehari kita mengeluh akan diri kita ? keadaan yang dialami setiap orang mungkin berbeda jadi tak layak untuk kita mengecap orang lain lebih buruk dari kita ..lakukan lah apa yang ingin kau lakukan asal jangan mengganggu orang lain
just note
Minggu, 08 Mei 2011
Galau
gimana kita tau kalo kita lagi bahagia ?
gimana cara nya bahaia ?
kenapa kita harus sedih ?
banyak deh pertanyaan tentang bahagia yang berkecamuk dipikiran saya..
banyak orang yang ga pengen dirinya sedih *emang sih saya juga hehe .
tapi kalo dipikir-pikir lagi kita ga akan pernah tau gimana senengnya ngerasain bahagia kalo kita ga pernah ngerasain sakitnya sedih kan ? ya tuhan udah nyiptain semua hal berpasang-pasangan kaya , siang-malam , lakilaki-perempuan , ayah-ibu dll , begitu juga dengan yang namanya bahagia sama sedih .
kata temen sih bahagia itu ga akan datang sendiri tapi harus dicari !
nah loh ..
emang bener sih . kalo ga ada usaha apa-apa kita ga akan bisa ngedapetin apapun..
"sesedih ataupun sejatuh apapun dirimu itu hal yang wajar tapi jangan lupa untuk bangkit karena masih banyak hal yang menanti di depan "
Senin, 02 Mei 2011
Ketemu lagi nih passworndya
haaaahh .
gila udah hampir setaun nih ngilang kaga ketemu pass blog ini hahaha..
akhirnya bisa nulis lagi di sini banyak nih yang pengen saya tulis.
mulai besok mari kita beraktivitas kembali untuk menulis blog .
ayoooo semangat ..
Kamis, 03 Desember 2009
Bocah 11 th Taklukkan Puncak Aconagua Setinggi 6.969 Meter
BUENOS AIRES–MEDIA: Polisi Nasional Argentina (PN), Jumat (4/1), melaporkan mereka prihatin karena Jordan Romero, warga negara Amerika Serikat yang berusia 11 tahun, mencapai puncak gunung Aconagua –yang memiliki tinggi 6.969 meter– dan itu melanggar hukum.
Para pejabat provinsi di Argentina tak senang dan prihatin dengan prestasi pendakian gunung Romero, karena itu dikhawatirkan menjadi awal perlombaan untuk melihat siapa yang dapat memecahkan rekornya dan itu tentusaja dapat membahayakan keselamatan anak-anak, kata pendaki gunung kenamaan
Pablo Perello dan pemimpin ‘Daerah Yang Dilindungi’ di Mendoza.
Gunung Aconagua terletak di provinsi Mendoza, Argentina, di dekat perbatasan Cile dan anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun telah dilarang memasukinya sejak 1990 melalui Resolusi 0115, setelah satu keluarga berusaha mendakinya dengan membawa anak kecil berusia 4 tahun, kata PN.
Jordan mencapai puncak gunung, akhir pekan lalu, bersama dengan kedua orang-tuanya, Paul Romero dan Karen Lundgren, yang meminta izin untuk melakukannya pada Pengadilan Keluarga karena hukum Argentina melarang kegiatan semacam itu oleh anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun.
Keluarga Romero-Lundgren tinggal di Amerika Serikat dan dikenal karena kegiatan pendakian gunung mereka. Jordan telah melakukan olahraga itu sejak ia berusia sembilan tahun dan telah mendaki gunung-gunung sulit bersama kedua orang-tuanya, termasuk gunung Kilimanjaro dan Elbrus, yang masing-masing berada Afrika dan
Rusia. (Ant/Xinhua/OL-03)
This entry was posted on 7 Januari 2008 at 14:20 and is filed under Dan Lain - Lain. You can subscribe via RSS 2.0 feed to this post's comments. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
Taman Nasional G. GEde Pangrango
T
Ditunjuk sebagai taman nasional sejak tahun 1980 dengan luas wilayahnya sekitar 15.196 Ha. Secara administratif pemerintahan termasuk Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Propinsi Jawa Barat. | |
Cara mencapai lokasi :
o Jakarta - Bogor - Cibodas, ± 100 km (±; 2,5 jam)
o Bandung - Cipanas - Cibodas, ± 89 km (± 3 jam)
o Bogor - Selabintana/Situgunung, ± 60/75 km (± 2 jam)
Potensi Kawasan :
Topografi kawasan merupakan pegunungan dengan ketinggian antara 1.000 - 3.000 m dpl. Dengan puncak tertinggi G. Pangrango (± 3.019 m dpl.) dan G. Gede (± 2.958 m dpl). Suhu udara rata-rata di puncak gunung antara 10° -18° C pada siang hari dan pada malam hari 5° C. Musim hujan berlangsung pada bulan Oktober s/d Mei dengan curah hujan rata-rata per bulan 200 mm dan meningkat sampai 400 mm pada bulan Desember s/d Maret.
Terdiri dari tipe ekosistem sub montana, montana, sub alphin, danau, rawa dan savana, dengan jenis flora antara lain Rasamala (Altingia excelse), Jamuju (Podocarpus imbricata), Puspa (Schima walichii), Eidelweiss (Anaphalis javanica), Lumut merah (Spagnum gedeanum) dan lain-lain.
Beberapa satwa langka antara lain Owa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata), Lutung (Traachypitheus auratus), Kijang (Muntiacus muntjak), Macan tutul (Phantera pardus), Anjing hutan (Cuon alpinus) dan lain-lain. Tidak kurang dari 130 jenis burung yang terdapat di kawasan ini yaitu 12 di antaranya merupakan jenis endemik di Pulau Jawa antara lain Burung matahari (Crocias albonotatus) dan Burung kuda (Psaltria exilis) serta burung langka Elang Jawa (Spizaetus bartels).
Kegiatan yang ditawarkan :
o Penelitian.
o Pendidikan.
o Pendidikan konservasi.
o Rekreasi dan pariwisata alam.
o Pengamatan burung.
Fasilitas yang tersedia :
Kantor, wisma tamu, pondok kerja, bumi perkemahan, shelter, dermaga, pusat informasi, wisma cinta alam, canopy trail (sedang dibangun), pemandu wisata dan lain-lain.
Informasi lainnya :
o Belum ada pengusahaan pariwisata alam
o Ditunjuk oleh UNESCO sebagai paru-paru dunia (cagar biosfir)
Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Hayati
Obyek Wisata
Tertib Kunjungan
Alamat : Jl. Raya Cibodas PO Box 3 Sindanglaya
Cipanas, Cianjur Jawa Barat
Telp./Fax. (0255) 512776
Soe Hok Gie
Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.
Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).
Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.
Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).
Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.
Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).
Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.